Senin, 24 Januari 2011

Tips Merawat Arwana



Siapa yang tidak tahu dengan ikan Arwana....? Ikan yang sangat populer ini banyak diminati oleh para pecinta ikan, dan ikan ini tergolong ikan mahal....!
Arwana termasuk famili ikan "karuhun", yaitu Osteoglasidae atau famili ikan "bony-tongue" (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.

Ini sedikit tips untuk merawat ikan arwana:

1. Perhatikan peralatan aquarium
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.

  • Aerator
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.

  • Heater & Thermometer
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.

  • Filter
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.

  • Lampu TL
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.

2. rajin melakukan perawatan akuarium
mau tak mau jika anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. sebab déngan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.

  • Pemberian Makanan
Pemberian pakan pada arwana bisa dilakukan dengan berbagai cara. Secara umum dapat dikatakan untuk arwan dengan ukuran panjang 35 cm pakan dapat diberikan sehari sekali atau dua hari sekali. Pada arwana ukuran 15-35 cm pakan bisa diberikan 2 kali sehari, sedangkan arwana ukuran dibawah 15 cm, dianjurkan untuk diberi pakan 3 kali sehari.
  • Jenis Pakan
Arwana merupakan ikan karnivora, di alam mereka memakan serangga, ikan, udang, cacing dan jenis amfibi kecil seperti katak. Pakan hidup merupakan diet utama bagi arwana. Kadang kala juga diberi pakan buatan, terutama setelah melalui tahapan pengenalan terlebih dahulu. Pakan hendaknya diberikan secara bervariasi, hal ini untuk mengurangi resiko terjadinya kekurangan gizi tertentu yang bersangkutan dengan ikan tersebut. Dengan bervariasi, kebutuhan gizi yang tidak dapat dipenuhi oleh satu jenis pakan, diharapkan dapat dipenuhi oleh jenis pakan yang lain.
Hindari jenis pakan yang mengandung kadar lemak tinggi sebak dapat memicu terjadinya gejala mata melorot (Drop Eye). Dan jangan memberi pakan secara berlebihan, apabila mengalami kelebihan pakan dalam jangka lama mereka akan kehilangan nafsu makan dan tidak akan mau makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Kelebihan pakan bisa menyebabkan arwana berumur pendek dan sampai tahap tertentu akan mempengaruhi kemampuanya ber-reproduksi.
Penggunaan pakan hidup hendaknya didahului dengan tindakan karantina, hal ini dilakukan untuk menghindari masuknya bibit penyakit atau racun (insektisida) ke dalam sisitem. akuarium.

Beberapa jenis pakan yang biasa di berikan pada arwana:
  1. Ikan
  2. Udang
  3. serangga: Jangkrik, Kecoa, Kelabang
  4. Cacing: Cacing sutera, cacing tanah, bloodworm, ulat hongkong, ulat bambu
  5. Amfibi: Kodok, kadal
  6. Pakan buatan: Pellet
  • pengontrolan & pergantian air
setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan ph air. adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat celcius. andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. sedangkan ph yang dikehendaki sekitar 6-8,5. andaikata ph terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali.
dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. jika anda menggunakan air pam, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.

3. penataan interior akuarium
kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.

tanaman air
mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: vallisneria spiralis, hidrilla verticillata, riccia fluiutana, higrophila polisperma, pistia stratiotes, najas indica, dan sebagainya.

pasir batuan
pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. sebaiknya digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. di samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. ukuran batu idéal berdia meter 3 mm. batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam namun tetap indah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© Kumpulan Tips dan Info - Template by Blogger Sablonlari